ya, mengenai pola ini… bukan pola kain, pola gambar, pola jahitan… tapi mengenai pola dari hal-hal yang kita alami.. pengen nulis ini setelah beberapa hari lalu sharing dengan teh lili. Dia berucap kurang lebih seperti ini isinya :
“Uy, aku tuh punya pola dari pengamatan yang kualamin: aku ga bisa memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang aku cintai. contohnya : nenekku sayang banget sama aku, waktu itu nenek abis berkunjung dari rumah dan mau pulang ke tempat asalnya lagi. pas waktu di bandara, nenek memberikan suatu pesan. Dan aku hanya menjawab sekenanya aja, tidak dengan jawaban yang penuh perhatian. Mata nenek melekat mandangin aku, dia senyum… dan lalu pulang… selang berapa hari, nenek meninggal uy…. aku sedih…. harusnya aku bisa memberikan jawaban dan perhatian yang lebih saat itu…”
“yang kedua, ayahku… beliau tidak sempat menyaksikan wisudaku karena sudah meninggal sebelum aku wisuda..
“
yang ketiga,… bla … bla … bla …
bla, bla, bla,
“uy, aku ingin,.. aku berharap,… pas aku sumpah dokter, atau menikah… ibuku masih sempat menyaksikannya… aku ingin memberikan sesuatu untuk orang-orang yang kucintai selagi mereka masih hidup… semoga masih diberi waktu oleh Nya..”
masih ada pola2 yang lain, yang ingin kuceritakan ( ini tentang pola yang kualami) tp mungkin tidak sekarang…
hmm, yang kutanyakan adalah : bisakah pola itu berubah, atau diubah…
Aku juga pernah mengalami pola seperti ini, ya nggak apa2 buat pelajaran saja, diambil hikmahnya. Memang biasanya jika sudah tidak ada baru terasa (banget) kehilangannya …