aku bisa tersenyum, lalu tertawa, dan tiba-tiba menangis, lalu tersenyum lagi. Dalam satu waktu.
euforia. melankolis. berdetak. luluh. memeluk bantal. mengetukkan jari. mengawangkan pikiran.
mengucap lirih : waaa… waaaa. atau diam tertegun. melongo. atau tiba-tiba melonjak kegirangan. lalu terpuruk. lalu mendesah. lalu terisak lagi. dan sujud pasrah.
semua hal tadi ada saat aku membaca lukisan, mendengar puisi, melihat alunan musik, menelaah kisah.
aku tidak bs bermain alat musik. aku bukan pelukis yang bisa menuangkan ideku dengan utuh ke dalam lukisan. aku bukan penyair. aku juga tidak pandai berkisah dengan baik dan memikat.
petikan gitarku kasar, bahkan sekarang sudah lupa lagi kunci-kuncinya. kalaupun menggambar, hanya goresan-goresan pensil biasa. tidak bisa dibaca
. puisi? tidak berirama, belum menjiwa. dan, aku kurang bisa berkisah di antara orang-orang sekelilingku.
tp aku menikmati lukisan, nada, puisi, dan kisah2. aku pengagum. aku pendengar. aku merasa. aku senang.
hahaha, drama oh drama…